by

Aktivis Media Sosial Keberatan, Bupati Kotim Sebut Penghujat

Penggiat Medsos Suparman (kemeja putih).

SAMPIT, JURNALKALTENG- Viral Pemberitaan terkait Bupati Kotim Supian Hadi yang membuat Statement, Masyarakat Kotim jangan hanya bisa menghujat di Facebook tapi harus juga ikut aksi dilapangan.

” Saya harap pengguna medsos jangan hanya banyak komentar saja, harusnya juga ikut aksi dilapangan,” bunyi pernyataan Supian Hadi.

Kutipan ini memunculkan banyak pro- kontra salah satunya penggiat media sosial Suparman, dirinya tidak terima atas pernyataan orang nomor satu di kotim ini, menurutnya itu tidak tepat dan kurang pastas di ucapakan oleh seorang Bupati.

“Pernyataan itu idak pantas diucapkan seorang bupati terhadap masyarakatnya, bedakan lah antara hujatan dengan keritikan,” karena bahasa hujatan itu sangat kasar,” Ujarnya, Sabtu(4/1).

Sementara menurut Suparman, bahwa Sesuai Undang-undang dasar pasal 28 F, Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.” kalo tidak mau di keritik ya jangan jadi pejabat Publik,” Ucapnya.

Lanjut Suparman, Jabatan bupati tersebut adalah amanah rakyat dimana gajihnya juga dari uang rakyat,” sebagai penguna aktif Facebook saya perhatikan mana ada masyarakat menghujat, tidak ada yang menyerang personal atau Pribadi Bupati, ya wajarlah kalo masyarakat mengkeritik kebijakannya,” Cetusnya.

Tambah suparman, permesalahan di kotim ini sangat kompleks,” janganlah dibuat gaduh lagi dengan pernyataan yang tidak bermutu tersebut,” Tutupnya.(MR)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed