by

BKSDA Sampit Pasang Perangkap Khusus di Lokasi Kemunculan Beruang

Petugas dari BKSDA Sampit saat memasang perangkap di lokasi kemunculan beruang madu, Sabtu, 12 Juni 2021.

JURNALKALTENG.COM. Sampit – Untuk mencegah dan memenimalisir terjadinya konflik antara manusia dan beruang madu yang beberapa waktu lalu sering muncul diareal pemukiman warga sehingga membuat warga resah. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, melakukan tindakan lanjutan upaya evakuasi beruang dengan memasang satu set perangkap khusus. Sabtu 12 Juni 2021.

Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit, Muriansyah beserta tim BKSDA lainnya melakukan langkah cepat dengan memasang perangkap khusus agar bisa secepatnya mengevakuasi beberapa ekor beruang yang kerap muncul dipemukiman penduduk.

“Tindak lanjut dari laporan warga tentang kemunculan dan gangguan beruang di sekitar pemukiman warga, di jalan Set Aji Lingkar Utara ini, saya di bantu 2 anggota Manggala Agni, melakukan pemasangan 1 set perangkap Beruang,” ujar Komandan Pos Jaga BKSDA Sampit, Muriansyah.

Untuk memancing satwa dilindungi tersebut keluar, pihaknya juga telah memasang umpan makanan kesukaan hewan tersebut, seperti buah Nenas dan hati Ayam.

“Semoga saja beruang ini bisa tertangkap dan cepat kita evakuasi. Sehingga masyarakat di sekitar lingkar utara ini tidak lagi resah dengan kemunculan beruang tersebut,” tuturnya.

Setelah memasang perangkap tersebut, pihaknya juga kembali memberikan pengarahan dan imbauan pada warga yg tinggal di sekitar lokasi pemasangan perangkap.

“Tetap waspada dan berhati-hati keluar pada malam hari, sebab dugaan awal penyebab beruang mendekati areal tersebut, karena ada tanaman buah dan kandang ternak warga,” tutupnya.

Sebelumnya pada Rabu 9 Juni lalu, seekor beruang cukup besar berwarna hitam terekam CCTV warga sekitar pemukiman warga Jalan Set Aji Lingkar utara Sampit.

Kehadiran beruang yang lapar mencari makan disekitar kawasan pemukiman itu, sontak saja membuat warga sekitar resah, dengan berharap Pemerintah Kabupaten melalui instansi terkait dapat menindaklanjuti untuk menangkap hewan dilindungi tersebut. ( YONO HERIYANTO).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed